Sejarah Desa

Pada tahun sekitar 1600  di  singaraja  bali terdapat  kerajaan  singaraja. Rajanya bernama ida gusnanda. Ida gusnanda mempunyai  2 orang  anak, anak pertama di beri nama ida gusnadi dan anak kedua bernama ida gusnanti. Dikerajaan itu masih memeluk agama hindu. Suatu saat terjadi perselisihan antara ida gurnadi dengan ayahnya ida gusnanda karena masalah orang yang telah meninggal. Hal ini di tentang oleh ida gurnadi Sehingga Ida gurnadi diusir dari kerajaan singaraja.Ida gurnadi pergi bersama adiknya ida gurnanti dan temannya rogas dengan mengendarai gentong besar yang berisikan biji aren dan biji jati.Setelah beberapa hari terkatung-katung dilaut ida gurnadi melihat ada segerombolan tumbuh”an  dan gentong itupun di arahkan ketempat itu. Ternyata segerombolan tumbuh”an tersebut adalah pohon asam. Pohon asam itu terlihat dari jauh lamat-lamat. Lalu tempat itu kalau menjadi kota akan diberi nama desa semat (uwet asem lamat”).

Setelah beberapa hari di desa semat ida gurnadi dan keduateman mendengar berita kalau di demak ada seorang wali yang tersohor yang bernama sunan kalijaga. Lalu ida gurnadi bergegas menuju kedemak untuk berguru dengan sunan kalijaga. Setelah semua ilmu dari sunan kalijaga diwariskan ke ida gurnadi. Ida gurnadi pun diberi mandap untuk menyebarkan agama islam dari demak ke utara Dengan didampingi adik dan temannya ida gurnadi juga dipasrahi untuk merawat dan mengajari anak sunan kalijaga yang bernama suwut dan sujud. Ditengah perjalanan ida gurnadi beristirahat disebuah hutan yang masih lebat sekali. Dan ditengah hutan ada kerajaan jin yang rajanya bernama rajasa. Hutan tesebut sangat gawat sekali orang-orang menyebutnya hutan itu janmo moro janmo mati. Pada waktu beristirahat dihutan tersebut semua jin” yang ada dihutan merasa kepanasan karena sawap dari ida gurnadi. sehingga rajasa marah dan menantang ida gurnadi untuk perang.

Setelah beberapa hari perang akhirnya tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Sehingga  idan gurnadi dan rajasa membuat kesepakatan untuk perang junjung. Dalam perang junjung sang jin tersebut tidak mampu mengangkat ida gurnadi. Merasa tidak kuat untuk mengangkat ida gurnadi si raja jin tersebut menyuruh ida gurnadi untuk bergantian mengangkat  raja jin tersebut.Dan akhirnya ida gurnadi mampu mengangkat raja jin tersebut dan mau membantingnya. Pada saat ida gurnadi mau membanting raja jin tersebut meminta ampun supaya jangan dibanting. Akhirnya  raja jin tersebut ingin menjadi murid dari ida gurnadi. Setelah raja jin tersebut menjadi murid dari ida gurnadi, tepatnya pada bulan pada malam jum’at wage alas tersebut di babat ida gurnadi dan 4 orang temannya dibantu oleh jin membabat habis hutan dan memberi nama hutan tersebut dengan desa singorojo. setelah membabat hutan dan memberi nama desa singorojo ida gurnadi mendirikan pesantren. Pesantrennya tersohor sampai ke kerajaan mataram.

Sutowijoyo raja mataram mempunyai salah satu istri yang bernama ibu kanjeng mas semangkin. bertahun-tahun menikah mereka tidak dikaruniai seorang anak.. Mendengar di singorojo ada kyai tersohor. Sutowijaya membawa istrinya ketempat ida gurnadi untuk dimintakan supaya istrinya bisa hamil. Setelah berbulan-bulan tinggal dipesantren akhirnya ibu kanjeng mas semangkin hamil. Mendengar bumas hamil sutowijoyo memberi gelar kepada ida gurnadi dengan sebutan datuk. Lama-kelamaan sutowijoyo curiga mengapa istrinya bisa hamil padahal beberapa bulan sutowijoyo tidak pernah bersamanya  bu mas akhirnya di usir dari kerjaan mataram. Setelah pergi dar kerajaan mataram bu mas menetap di singorojo. Setelah 9 bulan 10 hari ibu mas akhirnya mempunyai 2 anak kembar yang di beri nama syarip dan srokol. Mbah datuk gurnadi mengangkat syarip dan srokol menjadi anak angkatnya.

Mbah datuk gurnadi disukai oleh seorang gadis yang bernama jatisari tapi mbah datuk gurnadi tidak suka padanya sehingga jatisari menikah dengan rogas sahabat ida gurnadi dan rogas pun tinggal disuatu daerah yang diberi nama desa jatisari. Sementara itu Ida gurnanti dinikahi oleh raja hadiwijaya (raja demak).

Pada suatu hari rogas berkunjung ke pesantren mbah datuk gurnadi. Rogas memberi saran kepada mbah datuk gurnadi untuk menikahi ibu mas semangkin. Mbah datuk pun setuju dengan saran rogas. Saat mau melamar ibu mas semangkin, ibu mas semangkin meminta 3 persyaratan yaitu menyuruh mbah datuk untuk mengambil kethek putih, ikan kakap, dan lele yang ada di sekitar laut kidul. Mbah datuk gurnadi menyuruh Rajasa(raja jin) untuk mencari kethek putih, suwud untuk mencari ikan kakap dan sujud untuk mencari ikan lele.tapi hanya rajasa dan sujud yang mampu mencarikan khetek putih dan lele untuk diserahkan kepada mbah datuk,sementara itu suwud yang sudah menemukan ikan kakap tapi ikan kakap tersebut berubah menjadi putri yang sangat cantik sehingga suwut tertarik dan menikahinya. Rajasa dan sujud pun sudah sampai di pesantren dan menyerahkan kethek putih dan lele. Tak lama kemudiah mbah datuk menanyakan dimana suwud…? Rajasa dan sujud pun disuruh mencari suwud. Setelah bertemu dan mengajak suwud untuk pulang suwud pun tidak diperbolehkan putri kakap untuk pulang. Rajasa dan sujud akhirnya berperang dengan putri kakap dan akhirnya putri kakap tewas lalu suwud diajak pulang. Ditengah perjalanan rajasa dan teman” melihat sebuah kali yang sangat bersih airnya dan mereka pun akhirnya istirahat sebentar.

Pada saat rajasa sedang membasuh mukanya dikali tiba-tiba rajasa berubah menjadi anjing yang kemudian mbah datuk menyebutnya sebagai asu gaong yang mana anjing tersebut akan memberi pertanda apabila akan terjadi hal-hal yang buruk. Sesampainya suwud dan teman”nya di pesantren suwud pun ditanya  mbah datuk tentang ikan kakapnya. Dan suwudpun menjawab dengan apa yang telah di lakukannya. Mbah datuk gurnadi pun akhirnya tidak jadi menikah dengan ibu mas semangkin karna kurangnya syarat yang harus dipenuhi mbah datuk. Mbah datuk gurnadi dikisahkan dalam tembang jawa. Dan ditulis di buku yang berjudul “babat singorojo’’

Facebook Comments